Bujang Sering Dimarahi Orang Tua, Ini Dampak Negatif dengan akan Timbul

0 Comments
anak-sering-dimarahi-orang-tua-ini-dampak-negatif-yang-akan-timbul-1

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

TABLOIDBINTANG. COM   –  Orang tua terkadang emosi kala melihat tingkah anak di luar batas. Namanya anak-anak, ada saja tingkah mereka yang membuat jengkel had tanpa disadari nada bicara Anda melengking. Bahkan, mencerca untuk menghentikan kenakalan anak. Bu, ada sejumlah petunjuk penting yang sebaiknya Kamu indahkan sebelum mempersering saluran teriakan untuk si bahan hati.

Nada Bicara Meninggi, Respek Merendah

“Pekerjaan nomor satu Anda sebagai orang tua, selain memastikan keselamatan anak, merupakan mengendalikan emosi, ” imbau psikolog lulusan Universitas Columbia, Laura Markham, Ph. D, yang juga menulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting . Lagipula, berteriak-teriak kepada anak tak hendak menyelesaikan masalah. Malah, mendatangkan masalah baru di lalu hari.

Anak-anak sangat bergantung kepada orang primitif dalam melancarkan. Jika kemarahan diasosiasikan secara teriakan, anak akan memandang berteriak hal yang biasa. Kemudian, perilaku anak kelak akan merefleksikan teriakan tersebut. Selain itu, bicara dengan berteriak dan membentak membuat pesan yang ingin Anda sampaikan menjadi tidak jelas. Anak-anak tidak akan menangkap pesan di balik seruan. Sebaliknya, Anda semakin pengganggu mendisiplinkan mereka mengingat pada setiap kali Anda meninggikan intonasi bicara, respek anak kepada Anda menurun.

Dalam studi yang dilakukan di Universitas Kesehatan Nasional di Bethesda, Maryland, AS, dikatakan kalau berteriak membuat anak lebih agresif, baik secara wujud maupun verbal. Berteriak, barang apa pun konteksnya, merupakan roman kemarahan. Itu menakutkan bagi anak, membuat mereka merasa tidak aman. Dan yang tak penting, menjatuhkan harga diri mereka.

Dampak masa panjangnya, anak yang kala mendengarkan terikan bisa terkena gangguan kesehatan mental kaya kecemasan berlebihan, rendah muncul, dan lebih agresif. Selain itu, anak-anak menjadi bertambah rentan terhadap tindak perundungan karena pemahaman mereka mengenai batasan dan harga diri amat rendah. Bu, seruan Anda buat si kecil tidak hanya memantik pengaruh jangka panjang.

Kelembutan dan Efek Jera

Nada tinggi yang ada lantunkan untuk mendisiplinkan budak juga menciptakan efek masa pendek yang tercermin pada perilaku si buah hati, antara lain:

– Bujang akan berteriak untuk mendapatkan keinginannya.

– Saat Kamu berteriak, anak akan melawan bahkan berteriak kembali kepada Anda serta segan cakap dengan sopan.

– Ikatan Anda dan anak tidak stabil karena tidak mampu berkomunikasi secara sehat.

kepala Bisa jadi, mereka menarik diri dari Anda serta menjadi lebih terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya.

(depositphotos)

Sebaliknya, kelembutan memberi ketentraman. Anak merasa diterima mengikuti dicintai. Ketika mereka melakukan hal buruk, menegur mereka dengan kelembutan justru meluluskan efek jera yang bertambah efektif. Nada bicara halus membuat pesan yang disampaikan terdengar lebih jelas, hubungan lebih efektif, dan membenarkan hubungan emosi wali dan anak.

Ketika anak merasakan aman dan dicintai minus syarat, akan lebih gampang bagi orang tua untuk mendisiplinkan mereka. “Anak-anak mau lebih terbuka dengan percakapan dan mendengarkan sebelum konflik berkembang menjadi adegan lengkap teriakan dan amarah, ” papar dokter spesialis bani dari Rumah Sakit Budak Wisconsin, AS, Laura Marusinec, MD.

Anak-anak memang kala berlaku buruk. Itu bagian dari proses tumbuh sari mereka. Tugas Anda, menyampaikan pemahaman mana yang cantik dan buruk dengan enak, jelas, serta tidak mengoyak hati mereka. Tapi sesabar-sabarnya orang sampai umur , sesekali tentu lepas kontrol lalu berteriak. Jika terlanjur terjadi, apa dengan harus dilakukan orang tua?

Ketika situasi sudah terkendali, dekati anak lalu menimbulkan maaf. Jelaskan bahwa Anda tidak bisa mengendalikan hati. Katakan padanya dalam status apa pun, berteriak bukan cara berkomunikasi yang elok. Tidak perlu malu buat berkata, “Maaf, karena ibu telah berteriak-teriak tadi. Ibu salah, karena sudah berteriak-teriak. Lain kali, tidak mau ibu lakukan lagi. ” Dengan begitu anak bersekolah semua orang bisa mengabulkan kesalahan. Karenanya, mereka sopan minta maaf. Tanpa teriakan dan marah-marah, ibadah pertarakan Anda akan berjalan bertambah khusyuk.